PRIMBON RAMALAN JODOH



DAFTAR SAHABAT YG MASUK The truth seeker
Tidak harus menjadi yang pertama,yang penting itu menjadi orang yang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.
HTML Counter

Sejak : 17 Agustus 2011

ISI DI BLOG INI HANYA GAMBARAN-GAMBARAN HIDUP YANG HAKIKI
Dan Merupakan Album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu.
Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan
MAAF JIKA GAMBAR GAMBAR yang kami Ambil Dirasa FULGAR dan UNCENCORED
Disclaimer: Artikel, gambar ataupun video yang ada di blog ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain,
dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika kami salah dalam menentukan sumber yang pertama, mohon beritahu kami

e-mail primbondonit@gmail.com HOTLINE SMS 0271 9530328
GAMBAR-GAMBAR dibawah ini BUKAN HANYA IKLAN tapi merupakan LINK SUMBER


Bagi sebagian masyarakat yang mengklaim diri sebagai masyarakat peradaban modern, westernism bahkan sebagian yang mengesankan perilaku agamis yakni hanya bermain-main sebatas pada simbol-simbol agama saja tanpa mengerti hakekatnya, dan kesadarannya masih sangat terkotak oleh dogma agama-agama tertentu. Manakala mendengar istilah mistik, akan timbul konotasi negatif. Walau bermakna sama, namun perbedaan bahasa dan istilah yang digunakan, terkadang membuat orang dengan mudah terjerumus ke dalam pola pikir yang sempit dan hipokrit. Itulah piciknya manusia yang tanpa sadar masih dipelihara hingga akhir hayat. Selama puluhan tahun, kata-kata mistik mengalami intimidasi dari berbagai kalangan terutama kaum modernism, westernisme dan agamisme. Mistik dikonotasikan sebagai pemahaman yang sempit, irasional, dan primitive. Bahkan kaum mistisisme mendapat pencitraan secara negative dari kalangan kaum modern sebagai paham yang kuno, Pandangan itu salah besar. Tentu saja penilaian itu mengabaikan kaidah ilmiah. Penilaian bersifat tendensius lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri, kepentingan rezim, dan kepentingan egoisme (keakuan). Penilaian juga rentan terkonaminasi oleh pola-pola pikir primordialisme dan fanatisme golongan, diikuti oleh pihak-pihak tertentu hanya berdasarkan sikap ikut-ikutan, dengan tanpa mau memahami arti dan makna istilah yang sesungguhnya. Apalagi dalam roda perputaran zaman sekarang, di mana orang salah akan berlagak selalu benar. Orang bodoh menuduh orang lain yang bodoh. Emas dianggap Loyang. Besi dikira emas. Yang asli dianggap palsu, yang palsu dibilang asli. Semua serba salah kaprah, dan hidup penuh dengan kepalsuan-kepalsuan. Untuk itulah Warisjati merangkum beragam artikel dari beberapa sumber tentang pengetahuan Budaya dan tradisi di Nusantara yang merupakan warisan para leluhur yang sarat akan makna dan berbagai artikel lainnya yang saling melengkapi. Dengan harapan membangun sikap arif dan bijaksana dan mengambil pelajaran serta pengetahuan dari budaya masa lalu sebagai warisan leluhur di Nusantara ini.

ORANG YANG DENGAN MUDAHNYA MENGATAKAN SESAT KEPADA SESEORANG
ADALAH ORANG YANG TIDAK atau BELUM PAHAM AKAN DIRINYA SENDIRI

Cari Disini Artikel Yang ANDA INGINKAN INSYA ALLAH ada di BLOG INI

Rabu, 04 April 2012

RANGKUMAN TENTANG IMAM MAHDI ( VERSI MOSLEM)

RANGKUMAN TENTANG IMAM MAHDI ( VERSI MOSLEM)



Imam Mahdi Datang Diakhir Zaman


Kutipan Haditsh

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.”  (HR abu Dawud 9435)

Dari Ummu Salamah berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Al-Mahdi dari keluargaku dari putra Fatimah.”  (HR. Abu Dawud no. 4284 dan Ibnu Majah no.4135)

Nasab Al-Mahdi bersambung sampai kepada Bait Nabawi dari jalur Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib.Sebagaimana dijelaskan dalam Sunan Abu Dawud dari Abu Ishaq disebutkan bahwa ‘Ali memandangi puteranya, Hasan seraya berkata, “Puteraku ini akan menjadi orang besar sebagaimana disebutkan oleh Nabi saw; dan akan keluar dari sumsumnya seorang laki-laki bernama sama dengan nama Nabi kalian; akhlaknya sama dengan akhlak Nabi kalian tetapi tidak dengan perawakannya.” Lantas ia menyebutkan kisah dan berkata, “Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan.”

Imam Mula ‘Ali Al-Qari berkata, “Hadits ini adalah dalil yang tegas atas apa yang telah kami paparkan, bahwa Al-Mahdi termasuk keturunan Hasan.”

Nubuat yang terkandung menerangkan bahwa Imam Mahdi pasti datang di akhir zaman, dia adalah ketrunan Fatimah putri Rasulullah SAW, keturunan laki-laki dari Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib putra dari Fatimah dan bernama sama atau menyerupai dengan Rasulullah SAW, yaitu Muhammad Bin Abdullah. Dia akan memimpin Umat Muslim kembali pada babak kekhalifahan Islam yang mengikutimanhaj, sistem atau metode Kenabian. Dan dia akan memimpin kita keluar dari kegelapan, kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya.

Tanda Turunnya Imam Mahdi

1. Banyak gempa-gempa dan perselisihan

Kutipan Haditsh

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Nubuat ini memberikan gambaran umum indikasi kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan dapat kita lihat fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.

2. Perselisihan berkepanjangan setelah wafatnya seorang pemimpin

Kutipan Haditsh

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.”  (HR Abu Dawud 3737)

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin,

Banyak yang meyakini bahwa pemimpin yang ada didalam nubuat tersebut adalah Saddam Husein. Karena semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan.

keadaan di Iraq
Instabilitas Politik dan masalah keamanan masih dirasakan di Irak. Negri yang dibentuk oleh Amerika dan sekutunya itu masih tidak stabil dan rawan sekali akan ancaman bom dari gerakan-gerakan tidak senang akan pemerintahan baru yang dibuat oleh Amerika ini.

Selain itu jika suatu negara diserang atau dihancurkan pasti meninggalkan dendam bagi keturunan yang dikalahkan. Masih banyak di Irak yang mendukung pemerintahan Saddam Husein. Pendukung setia Saddam Husein pasti tidak senang pada pemerintahan baru sekarang, 

yang buatan Amerika Serikat yang sejak dulu adalah musuh Irak.

Bir Ruuh..
Bid Daam..
Na’bdiika yaa Saddaam...
(Dengan Jiwa, .... Dengan Darah, .... Kami berjuang untuk mu wahai Saddaam)

Begitulah yel-yel pendukung Saddam Hussein dalam mengkobarkan semangat juang melawan Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu. Dan Yel-yel tersebut masih terdengar hingga sekarang.

Kelompok Islam Sunni di Irak menentang pemerintahan bentukan Amerika Serikat sekarang dan menyatakan perang terhadapnya adalah Jihad dan mati melawannya adalah mati syahid.

Namun sebagian lagi beranggapan perselisihan dan wafatnya seorang pemimpin akan terjadi Arab Saudi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kaum dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi

Keadaan di Arab Saudi
Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.

Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater, seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu mempunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.

Jika ini kelak terjadi, mungkin akan menjadi pertanda perselisihan yang akan terjadi setelah kematian seorang pemimpin sebelum di bai'atnya Imam Mahdi.

maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.”

Nubuat yang terkandung menggambarkan saat" pembai'atan Imam Mahdi, namun siapakah penduduk Mekkah yang membai'at Imam Mahdi ? untuk kejelasan pada masa-masa itu mari kita membahas tanda-tanda lain kemunculan Imam mahdi.

3. Munculnya Ashabu Rayati Sud 
(Pasukan Panji Hitam)
Kutipan Haditsh

Sabda Nabi SAW:Al-Mahdi akan datang setelah muncul Panji-panji Hitam dari sebelah Timur yang mana pasukan itu selalu tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun. (Ibnu Majah)

Sabda Nabi SAW,

"Sejumlah orang dari Timur (Ikhwan itu benar-benar) akan muncul, kemudian menyerahkan kekuasaannya kepada al-Mahdi."

"Akan datang Panji-panji Hitam dari Timur, seolah-olah hati mereka adalah kepingan-kepingan besi. Siapapun yang mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka, sekalipun terpaksa merangkak di atas salju."

(Abu Nuaim) Abdullah bin Syuraikh berkata, "Bersama-sama munculnya Al-Mahdi adalah panji-panji Rasulullah SAW, lengkap dengan cap-capnya sekali."
kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Nubuat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim.. 

Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah peperangan (ini bisa juga dilihat dari gejolak yang ada di Timur Tengah sekarang).

Rasulullah SAW menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.

Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”

“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.”
Kutipan Haditsh

Rasulullah SAW bersabda, “Akan keluar dari Khurasan Panji-panji Hitam. Maka (Panji-panji Hitam itu) tidak dapat ditolak oleh sesuatu apa pun sehinggalah ditancapkan di Ilya’.   (At-Tarmizi)

Sabda Nabi SAW, "Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya Panji-panji Hitam dari sebelah Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun." (Ibnu Majah) Sabda Nabi SAW, "Panji-panji Hitam akan keluar dari arah Khurasan, dan sementara itu kawan-kawan al-Mahdi (pula) keluar menuju ke Baitulmaqdis." Sabda Nabi SAW, "Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk." Maksudnya ialah al-Mahdi.  (Ibnu Majah, Abu Nuaim & al-Hakim)

Dari Saidina Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda; ‘’(Pasukan yang membawa) bendera hitam akan muncul dari Khurasan. Tak ada kekuatan yang mampu menahan laju mereka dan mereka akhirnya akan mencapai Yerusalem, di tempat itulah mereka akan mengibarkan benderanya.’’  (al-:Tirmidzi).

Wilayah Khurasan
khurasan disini bukan lah nama provinsi di iran, tetapi nama suatu wilayah yang sekarang sudah terpecah pecah menjadi atau menjadi bagian negara lain. Wilayah Khurasan yang dimaksudkan meliputi kawasan Kabul, Afghanistan, Uzbekistan, sebahagian kecil Iran, sebahagian kecil Pakistan, memanjang ke Barat China meliputi wilayah Xinjiang sampai ke Yunnan. 

Khurasan Raya merupakan wilayah sangat luas membentang meliputi; kota Nishapur dan Tus (Iran); Herat, Balkh, Kabul dan Ghazni (Afghanistan); Merv dan Sanjan (Turkmenistan), Samarkand dan Bukhara (Uzbekistan); Khujand dan Panjakent (Tajikistan); Balochistan (Pakistan, Afghanistan, Iran). Islam mulai masuk dan berkembang di wilayah ini di zaman khalifahan Umar bin Khattab r.a.

Banyak yang beranggapan bahwa embrio-embrio Ashabu Rayati Sud sudah mulai bermunculan, diantranya ada yang menganggap Thaliban dan Al- Qaeda adalah cikal bakal Ashabu Rayati Sud.

Thaliban dan Al- Qaeda
Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. 

Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah SAW. 

Ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.

4. Banyak yang mengaku Nabi

Kutipan Haditsh

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah SAW bersabda: "Belum lagi terjadi kiamat sebelum muncul Imam Mahdi dari anak cucuku juga. Dan Mahdi itu pun belum datang sebelum munculnya enam puluh orang pembohong, yang masing-masing mereka mengakui dirinya sebagai nabi".

Dihitung gan, dah berapa banyak orang yang mengaku Nabi..

5. Putera Bani Tamim

Kutipan Haditsh

"Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. dia berkata, ketika kami berada ‘di sisi Rasulullah SAW tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dan kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah SAW berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Aku pun bertanya, “Mengapakah kami melihat pada wajahmu sesuatu yang tidak kami sukai?” Beliau menjawab, “Kami ahlul bait telah Allah SWT pilih untuk kami akhirat lebih utama dari dunia. Kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyinggkiran sepeninggalku kelak sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetapi mereka tidak menerimanya, hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dan kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan. Sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya maka datangilah mereka walaupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dia adalah Al Mahdi.  (riwayat Abu Daud, Al Hakim At Tarmidzi, Ibnu Majjah, lbnu Hibban, Abu Nu’aim, lbnu ‘Asakir, Ibnu‘Adli, Adh Dhahabi, Abu Asy Syeikh)

"Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KW) seorang Putera yang akan memenuhkan bumi ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Putera dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang panji-panji al-Mahdi."  (At-Tabrani)

Sabda Nabi SAW, “Akan keluar seorang lelaki dari seberang sungai yang dikatakan Al-Haris bin Harras, yang di hadapannya ada seorang lelaki yang dikatakan al-Mansur, dialah yang akan memudahkan urusan atau membela keluarga Nabi SAW seperti pihak Quraisy yang membela Rasulullah SAW. Wajib setiap mukmin menolongnya atau banginada bersabda, “Wajib setiap orang mukmin menerimanya.”  (Abu Daud, an-Nasa’I, al-Baihaqi & al-Husin) 

Berdasarkan hadits di atas jelaslah bahwa kebangkitan Islam di akhir zaman tidak lepas dari tangan seorang pemuda Bani Tamim. Bani Tamim adalah salah satu cabang dan kabilah Quraisy. Yakni pemuda yang dikatakan akan menyerahkan panji-panji hitam kepada Imam Mahdi. Dengan kata lain perjuangan Pemuda Bani Tamim dan Imam Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung.

Hadith Nabi SAW : “ Sesungguhnya Bani Tamim itu mempunyai kekuatan jiwa yang hebat, tetap pendirian dlm mempertahankan prinsip. Mereka juga adalah pembela kebenaran diakhir zaman “ Sabda Nabi SAW:“ Bani Tamim merupakan golongan dari ummatku yang amat memusuhi Dajjal “.

Imam Al-Qurthubi ketika menghuraikan hadith di atas mengatakan bahawa; “ Berdasarkan hadith tersebut dapatlah diyakini bahawa Bani Tamim tidak akan terputus keturunan mereka sehinggalah kehari kiamat, bahkan Bani Tamim diakhir zaman nanti merupakan kelompok yang amat kuat berpegang dengan kebenaran serta memperjuangkannya”.

Sabda Nabi SAW,
“Pembawa bendera al-Mahdi adalah seorang laki-laki daripada suku Tamim yang datang dari Timur.”

Ammar bin Yasir RA berkata,
“Pembawa Panji-panji Al-Mahdi adalah Syuaib bin Saleh.”


Nubuat ini mengambarkan nama pemuda tersebut Syuaib bin Saleh atau pemuda tersebut bergelar demikian.

Masukan tambahan tentang tanda-tanda akan kemunculan al Mahdi, diantaranya :
1. Keringnya sungai eufrat.

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa gunung emas akan muncul dari kekeringan (terbukanya) sungai eufrat maka manusia akan saling berbunuh-bunuhan di atasnya, dan akan terbunuhlah pada tiap-tiap seratus sebanyak sembilan puluh sembilan.”

Maka peristiwa ini terjadi pada saat kemunculan al Mahdi sebagaimana yang dikatakan al Hafizh Ibnu Hajar,”Dan barangkali ini merupakan penyebabnya mengapa Imam Bukhori memasukkan hadits ini dalam kitabnya pada bab Khurujun Naar (keluarnya api).”

2. Munculnya Bintang Berekor

Al Barzanji menyebutkan bahwa diantara tanda yang paling dekat sekali dengan kemunculan al Mahdi adalah terbitnya bintang berekor yang bercahaya. Dalam sebuah riwayat yang shahih—sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dari Ibnu Abbas—bahwa Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abdullah bin Abu Malikah dimana ia berkata,”Pada suatu pagi saya pergi kepada Ibnu Abbas. Lalu ia berkata,’Semalam aku tidak bisa tidur sampai pagi.’ Aku bertanya,’Apakah sebabnya?’ Beliau menjawab,’Karena orang-orang berkata bahwa bintang berekor telah terbit karenanya aku merasa cemas akan kedatangan asap yang sudah mengetuk pintu, hingga aku tidak dapat tidur sampai pagi.”  (Umur Umat Islam hal 269 – 271)

Ciri-ciri Imam Mahdi


Kutipan haditsh

Muhammad bin Abdillah Al-Mahdi adalah seorang pemuda yang usianya hampir mencapai empat puluh tahun, warna kulitnya coklat, dahinya lebar, hidungnya mancung, bagian tengahnya agak cembung dan indah dilihat. Gigi serinya berkilat indah, berjenggot tebal, pada pilinya ada tahi lalat. Wajahnya seperti bintang bercahaya. Postur tubuhnya tegap dan tergolong pria yang memiliki daging sedikit (tidak gemuk). Bicaranya gagap, jika ucapannya lambat, ia memukul paha kirinya dengan tangan kanannya, sehingga ucapannya menjadi lancar.

Sifat-sifat di atas termuat dalam beberapa hadits shahih, namun sebagian hanya tercantum dalam atsar yang masih diperselisihkan sanadnya. 

[Di antaranya adalah tentang sifat beliau "jika berbicara gagap dan ia memukul paha kirinya dengan tangan kanannya sehingga ucapannya menjadi lancar" Riwayat ini sangat lemah, karena perawi-perawi lemah, diantaranya Al-Walid, Risydin, Ibnu Lahi'ah dan Maimun Al Qaddah sehingga tidak mungkin dijadikan hujjah]

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Al-Mahdi itu dari keturunanku, lebar dahinya dan mancung hidungnya. Ia memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan penganiayaan. Ia berkuasa selama tujuh tahun. ” 
[HR. Abu Dawud 11:375 dan Al Hakim dari Abi Sa'id Al Khudri. Berkata Ibn Qayyim Al Jauziyyah dalam kitab Al Manar Al Munif: "Sanadnya adalah baik"/ Hadits ini dihasankan oleh Al Albani dalam Kitab Takhrijul Misykat dan Shahih Al Jami'].

Nubuat yang terkandung menggambarkan ciri-ciri beliau, ada yang meyakini nubuat ini menggambarkan tentang fisik beliau.


Masa Imam Mahdi

Kutipan haditsh

Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam “Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaiman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku (Muhammad bin ‘Abdullah). Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pujn tidak akan menahan sedikitpun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun atau 8 tahun, dan paling lama 9 tahun.” 
[HR. Thabrani, Al Bazzar dan Abu Nu'aim. Imam Suyuthi telah menunjukkan akan kesahihannya dalam Kitab Al Jami'. Dishahihkan juga oleh Al-Bani dalam kitab As Silsilah Ash Shahihah nomor 1529]

Nubuat ini mengambarkan bahwa Imam Mahdi akan memimpin umat muslim sekitar 7 atau 8 dan paling lama 9 tahun.

Dari Hafshah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Akan berlindung dengan rumah ini yakni Ka’bah suatu kaum, mereka tidak mempunyai perlindungan, tidak pula memiliki sekutu, dan tidak pula memiliki perlengkapan untuk membela diri, sebuah pasukan diutus kepada mereka, ketika pasukan ini sampai di tanah lapang mereka dibenamkan.”
 

(HR. Muslim no. 2883 dan an-Nasa`i 5/207).

 (Diriwayatkan oleh Muslim dari Nafi’ bin ‘Atabah. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dan Ibn Majah)“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.”   (HR Abu Dawud 3737)

Nubuat ini menggambarkan setelah Imam Mahdi di Bai'at, maka akan ada pasukan yang berusaha menyerang beliau dan pengikutnya namun dibenamkan oleh Allah SWT sehingga yang tersisa hanya pembawa berita saja.

Rasulullah saw bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukkannya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi dajjal, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu.”


Nubuat yang terkandung mengambarkan fase peperangan yang terjadi pada masa Imam Mahdi, dimana Imam Mahdi dan pengikutnya akan melawan Arabia, Persia, Rum (banyak yang beranggapan ini adalah barat), dan pada fase terakhir akan memerangi Dajjal..

Dari Abu Said Al-Khudri bahwasanya Nabi saw bersabda, “Akan muncul di kalangan kalian seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya tanpa menghitungnya.” Dalam riwayat lain, “Memberikan harta kepada manusia tanpa perhitungan.” Dalam riwayat lain, “Akan muncul di akhir umatku seorang khalifah yang meraup harta kekayaan dengan kedua tangannya.”

(HR. Muslim no. 2913).

Nubuat yang terkandung bahwa dia akan membawa kesejahtraan bagi umat muslim.

“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa Ibn Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi) : “ Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad)

Nubuat yang terkandung mengambarkan fase ditengah kepemimpinan Imam Mahdi, Nabi Isa A.S turun dan melakukan Shalat bersama Imam Mahdi dan Umat Muslim.

Demikian kajian dari berbagai sumber mengenai Imam Mahdi diakhir zaman.
maruvsalim's Avatar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SEMANGAT PAGI....SUKSES Untuk SEMUA
JIKA ANDA PIKIR BISA PASTI BISA..!
Maaf apabila dalam pengambilan GAMBAR dirasa VULGAR
(Gambaran ini Hanyalah FAKTA sesuai dengan ASLINYA)
dan TIDAK Mutlak untuk diperdebatkan......................!!!

KALAU MAU DONATUR ( SEDEKAH )

Sedekah (Bisa Menunda Kematian)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
KLCK aja ICON dibawah untuk Baca berita
Link-link My Country Dept.(Tinggal Klick GAMBARnya AJA)