PRIMBON RAMALAN JODOH



DAFTAR SAHABAT YG MASUK The truth seeker
Tidak harus menjadi yang pertama,yang penting itu menjadi orang yang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.
HTML Counter

Sejak : 17 Agustus 2011

ISI DI BLOG INI HANYA GAMBARAN-GAMBARAN HIDUP YANG HAKIKI
Dan Merupakan Album yang berisi catatan yang saya tulis dalam perjalanan waktu.
Catatan yang terinspirasi dari apa yang saya lihat, saya baca, saya dengar, dan saya rasakan
MAAF JIKA GAMBAR GAMBAR yang kami Ambil Dirasa FULGAR dan UNCENCORED
Disclaimer: Artikel, gambar ataupun video yang ada di blog ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain,
dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika kami salah dalam menentukan sumber yang pertama, mohon beritahu kami

e-mail primbondonit@gmail.com HOTLINE SMS 0271 9530328
GAMBAR-GAMBAR dibawah ini BUKAN HANYA IKLAN tapi merupakan LINK SUMBER


Bagi sebagian masyarakat yang mengklaim diri sebagai masyarakat peradaban modern, westernism bahkan sebagian yang mengesankan perilaku agamis yakni hanya bermain-main sebatas pada simbol-simbol agama saja tanpa mengerti hakekatnya, dan kesadarannya masih sangat terkotak oleh dogma agama-agama tertentu. Manakala mendengar istilah mistik, akan timbul konotasi negatif. Walau bermakna sama, namun perbedaan bahasa dan istilah yang digunakan, terkadang membuat orang dengan mudah terjerumus ke dalam pola pikir yang sempit dan hipokrit. Itulah piciknya manusia yang tanpa sadar masih dipelihara hingga akhir hayat. Selama puluhan tahun, kata-kata mistik mengalami intimidasi dari berbagai kalangan terutama kaum modernism, westernisme dan agamisme. Mistik dikonotasikan sebagai pemahaman yang sempit, irasional, dan primitive. Bahkan kaum mistisisme mendapat pencitraan secara negative dari kalangan kaum modern sebagai paham yang kuno, Pandangan itu salah besar. Tentu saja penilaian itu mengabaikan kaidah ilmiah. Penilaian bersifat tendensius lebih mengutamakan kepentingan kelompoknya sendiri, kepentingan rezim, dan kepentingan egoisme (keakuan). Penilaian juga rentan terkonaminasi oleh pola-pola pikir primordialisme dan fanatisme golongan, diikuti oleh pihak-pihak tertentu hanya berdasarkan sikap ikut-ikutan, dengan tanpa mau memahami arti dan makna istilah yang sesungguhnya. Apalagi dalam roda perputaran zaman sekarang, di mana orang salah akan berlagak selalu benar. Orang bodoh menuduh orang lain yang bodoh. Emas dianggap Loyang. Besi dikira emas. Yang asli dianggap palsu, yang palsu dibilang asli. Semua serba salah kaprah, dan hidup penuh dengan kepalsuan-kepalsuan. Untuk itulah Warisjati merangkum beragam artikel dari beberapa sumber tentang pengetahuan Budaya dan tradisi di Nusantara yang merupakan warisan para leluhur yang sarat akan makna dan berbagai artikel lainnya yang saling melengkapi. Dengan harapan membangun sikap arif dan bijaksana dan mengambil pelajaran serta pengetahuan dari budaya masa lalu sebagai warisan leluhur di Nusantara ini.

ORANG YANG DENGAN MUDAHNYA MENGATAKAN SESAT KEPADA SESEORANG
ADALAH ORANG YANG TIDAK atau BELUM PAHAM AKAN DIRINYA SENDIRI

Cari Disini Artikel Yang ANDA INGINKAN INSYA ALLAH ada di BLOG INI

Senin, 12 Agustus 2013

FENOMENA dan Arti kartu KOA/CEKI (Cap Jie Kia)


Cap Jie Kia

FENOMENA dan Arti kartu KOA/CEKI
PETHIK ...... BABI.....GUNUNG
ini masih aktif dan bisa untuk JUDI bagi yang minat : KLIK AJA Langsung http://capjikia.wapamp.com/
tapi Hati Hati
Kartu pos yang diterbitkan oleh A & R Diemont dari Batavia ini diberi judul dalam bahasa belanda: "Tjap Djikie" Spel. Bahasa Indonesianya: Permainan "Capjiki". Kata capjiki berasal dari bahasa Hokian. Artinya "12 batang". Capjiki adalah permainan judi kartu yang dimainkan dengan menggunakan undian 12 angka. Cara permainannya sangat mudah, yaitu memilih salah satu dari dua belas angka. Permainan untung-untungan ini sangat disukai orang, karena tidak perlu susah-susah memikirkan angka mana yang akan dipasangnya. Permainan ini adalah perjudian kelas berat yang biasanya dimainkan dengan memasang banyak uang.

Kartupos diterbitkan di Batavia tetapi dari gaya pakaian dan ikat kepala kita dapat mengetahui bahwa foto berasal dari daerah Jawa Tengah. Gambar memperlihatkan 8 orang sedang main semacam capjiki yang mirip domino. Kartu domino punya angka 1-12 juga. Angka dari kartu yang paling akhir diletakkan di tempat taruhan akan menang. Peserta yang tidak punya uang dapat memasang benda lain. Orang disebelah kanan sedang memasang topeng. Kalau dia kalah masih tinggal satu topeng. Kalau dia kalah lagi, tinggal kerisnya yang dapat ditaruh juga. Setelah itu mungkin tinggal kerbau dan istri.

Foto ini dapat diidentifikasikan sebagai hasil karya dari fotografer ternama Kassian Cephas (1844-1912).

Cap Jie Kia adalah nama permainan judi sodara-sodara. Jelas ini haram kata ulama, bahkan Bang Rhoma. Dimainkan dengan dua belas kartu ce kie, trus pemasang harus menebak salah satu kartu yang dipilih bandar dari dua belas kartu yang ada. Setiap kartu diwakili dengan angka 1 sampei 6, bedanya belakangnya ada yang pakai “x atau ping” dan ada yang pakai “= atau samadengan”. Ndak tau sekarang, tapi jaman saya mangsih berbaju merah putih alias SD, judi Cap Jie Kia ini marak dan berkembang pesat. Banyak ibu rumah tangga merangkap jadi agen, bahkan ada temen SD saya ada yang tertangkap basah sedang ikutan mbeli kupon. Ndak tau dapet wangsit darimana dia buat nebak angkanya, mungkin juga dari nilai hasil ulangannya (berarti temen saya ndak pernah dapet nilai 7 sampek 10 donk?).

Capjikia adalah suatu permainan judi kartu ceki atau kartu cina yang di pilih Blandar satu kartu yang di gantung untuk di tebak,mahar yang didapat 10x lipat bila benar tebakannya dalam bentuk pembelian kupon pada tambang atau pengepul contoh kartu seperti berikut
RATU1XPETHIK1=
DIMPIL2XPLOMPONG2=
CIWIR3XGUNUNG3=
GUNDUL4XCAWANG4=
BABI5XKANTONG5=
NINGKRANG6XKEROK6=
dan biasanya dibuka pada jam jam tertentu Interval 2 Jam dalam Seharinya jadi permainan Judi ini bisa dibuka bisa samapai 10x Putaran dalam Seharinya.
dan biasanya setiap BANDAR akan memberikan KISI-KISI Keluaran ANGKA atau dengan istilah SONJI atau kata kata mutiara atau sanepan untuk Angka yang akan dikeluarkan

CONTOH SONJI atau RAMALAN

JAM I
SENENGANE MUNG MAIDO KANCANE, BARENG NGGARAP DEWE ORA TAU BERHASIL
JAM II
ANAKE SING WEDOK YEN NGANGGO BUSONO KANTI AGAWE PIKIRANE JEJOKO NRAWANG TEKO NGENDI NGENDI
JAM III
ATINE CUPET, KETATON SEPISAN WAE DIELING ELING NGANTI TEKANE PATI
JAM IV
OLEHE NABUH GAMELAN KANTI HARMONI SUARANE, MULO YEN ORA TAU KENDAT PANGGILAN KARAWITANE
JAM V
ORA PISAN ORA PINDO DIKANDANI ORA SUDO, DASAR BOCAH GUNUNG ORA TAU NGERTI TOTO KROMO

Tambang disini bukan tambang emas, besi atau malah pasir, melainkan julukan buat agen atau reseller dari kupon judi. Makanya sampeyan jangan heran kalok di Solo meski ndak ada bahan mineral apalagi minyak, namun banyak sekali terdapat tambang.

Beliau ini bertugas mengumpulkan duit dari para pemasang, yang membeli kupon untuk menebak salah satu dari dua belas kartu yang dipilih bandar. Nah kalau menang maka sang pemasang berhak atas sepuluh kali lipet dari harga dia mbeli kupon. Elho, menarik sekali! Memang!


Sungguh suatu cara yang sangat aneh untuk menurunkan angka kejahatan!

Tentang Kartu Koa/Ceki dan Berserta nama-nama
KARTU HITAM DALAM KARTU KOA/CEKI
1=
PETIK, MATI, PETINGKAHAN, PETENG, BRAYAT, KAKU, BOCAH, NEMU, EMAN, LALI
2=
PLOMPONG, GOBLOK, ORA GENAH, BENGGOL, RAMPOK, TUMUT, ELOK
3=
GUNUNG, GANDHENGAN, PERCIKA, WATU, SUMBAR, ORA KAKEHAN, ALA, JOKO, SEMUT ,JEMBLING
4=
CAWANG, SENGKAP, KALANGAN, KECEGAT, WANG, PATANG, PEGAT, GENTENG, KEBINGAHAN, LAWANG, TAMBUR
5=
KANTHONG, MIKIR BUTUH, DHUWITAN, NYUCUK, GUMUN, NGELUS, SAMBAT, TIPUAN, MANGAN
6=
KEROK, UKORO DOBEL, AKEH, RAMAI, KEMRUYUK, ANANDARKILAH, KETEMU, SABDA, NGAKU - NGAKU, LANGIT
KARTU MERAH DALAM KARTU KOA/CEKI
1X
RATU, SEGALANE, PADHANG, ILANE, LUGU
2X
DIMPIL, PINTER, DIYAN, RUGI, KERE, ORA TANGGUNG JAWAB, PATRAPE, MANUNGSO
3X
CIWIR, SENTIR, GANTHENG, PEPAK, BANGSAR, GESIK, SIWIR, OCEHANE
4X
GUNDUL, SENTHUN, NANDHAKAKE BARANG OLO, SETAN, SUNDUL, JIN
5X
BABI, POLAH, TINGKAHE, TEMEN, JUJUR, KATRESNAN, BERCINTA, MEMBO - MEMBO
6X
NINGKRANG, GAPIT, UKORO - GANTHET, KRETEK, SUMUK, SANTAI, HADIAH, BEBANE, RAGA


CEKI CARDS


Bagi pemula dalam permainan kartu koa ini sangat sulit untuk mengetahui nama dari tiap-tiap kartu. Mungkin dikarenakan jumlah kartu yang sangat banyak. Banyaknya gambar yang berbeba dalam kartu koa ada 30 gambar. Terdapat 2 kartu tiap-tiap gambarnya sehingga jumlah kartu dalam satu Set 60 kartu.

Sekelumit Seluk Beluk Permainan Kartu Ceki (Pei)
Budaya-Tionghoa.Net |  Saya beberapa waktu yang lalu mendapatkan buku kuno tentang permainan ceki. Uniknya buku ini ditulis dalam bahasa Jawa, karangan L. Darmasoemarta, seorang mantri guru di daerah Muntilan. Penerbitnya adalah Druk Kolff-Buning, Djokja. Sebenarnya yang saya cari adalah buku bagaimana meramal dengan kartu ceki, namun dapatnya malah buku ini, yakni tentang cara permain ceki.

Adapun judul bukunya adalah "Panoentoen Kasoekan Pei" atau Penuntun Bermain Ceki.

Pada bagian pembukaan dijelaskan sebagai berikut (halaman 5)-Saya akan menerjemahkannya dari bahasa Jawa, hitung-hitung sebagai pengingat belajar bahasa daerah dulu:

"Kertos poenika woedjoed dlantjang kandel lan kaken, ingkang sasisih wonten gambaranipoen warni-warni, soewalikipoen boten dipoen poenapak-poenapakaken, woenten oegi ingkang soewalikipoen waoe kadamel warni blirik oetawi sanesipoen. Ingkang woten gambaranippen waoe kawastanan ngadjeng; dene soewalikipoen nama wingking. Ingkang moeroegaken wonten dolanan kertos poenika bangsa Tiong Hoa."

Artinya:
"Kartu itu terbuat dari karton tebal dan kaku, yang satu sisi ada gambarnya bermacam-macam, di bagian baliknya kosong, tapi ada juga yang diberi warna belang-belang atau yang warna lainnya. Yang ada gambarnya itu disebut bagian depan, sedangkan di sebaliknya disebut bagian belakang. Yang memperkenalkan permainan kartu itu bangsa Tiong Hoa."

Kertos ingkat djangkep poenika namoeng warni 30. Dene aosipoen namoeng warni 10, inggih poenika: 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10.

Artinya:
Kartu yang lengkap itu hanya ada 30 buah. Tetapi jenisnya hanya berjumlah 10, yakni 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10.

Pada halaman 8 dan seterusnya dijelaskan mengenai aturan bermain ceki yang terinci, dibuka dengan:

"Mitoeroet kawontenanipoen, dolanan pei poenika wosipoen kenging katjekak: rebatan kartos (mawi pranatan) oetawi: nglempakaken kertos (mawi pranatan). Jen sampoen rampoeng, ladjeng dipoen tanding katah-katahan pengaosipun. Sinten ingkang angsal kertos katah pijambak, pengaosipoen poenika ingkang menang. Ingkang dipoen tanding poenika pangaosing kertos, sanes katahipoen kertos."

Artinya:
"Menurut keadaannya, permainan pei itu aturannya dapat diringkas: berebut kartu (sesuai peraturan) atau: mengumpulkan kartu (sesuai peraturan). Jika sudah selesai, lalu ditandingkan siapa yang jenis kartunya terbanyak. Siapa yang mendapatkan kartu paling banyak, jenisnya itulah yang menang. Yang dipertandingan itu jenisnya kartu, dan bukan jumlahnya kartu."

Dengan demikian berdasarkan buku ini, nampaknya permainan kartu ini sudah cukup populer di kalangan rakyat, terbukti dengan adanya buku cara bermain ceki yang berbahasa Jawa. 

Sebenarnya sebuah permainan adalah permainan dan tidak ada kaitannya dengan judi. Sayangnya ceki telah mendapatkan nama negatif karena seringnya dipergunakan dalam perjudian. Permainan ini kini sudah agak langka, dan jarang generasi muda yang mengenalnya. Padahal permainan ini mencerminkan akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa, yang nampak dari diberikannya nama-nama Jawa bagi masing-masing kartu. Dengan demikian, permainan ini juga perlu dilestarikan karena merupakan salah satu bagian budaya.

23 November 2012

Kartu Ceki atau juga yang dikenal sebagai kartu lintrik ini, rasanya semakin jarang kita melihat orang-orang yang memainkannya. Kartu ini berjumlah 30 pasang. Dulu orang-orang tua kita sering memainkan kartu jenis ini, namun sekarang, orang yang masih berumur di bawah 40 tahun rasanya sudah tidak banyak yang mengenal kartu ini. Memang di beberapa daerah kartu ini masih digunakan untuk bermain. 

Ada hal yang unik dalam kartu Lintrik ini. Dilihat dari bentuk ornamen yang ada pada kartu tersebut, bila kita teliti, maka akan tampak bahwa kartu ini memiliki perpaduan antara ornamen Jawa, China dan Belanda.
Rasanya kartu jenis ini berada di ambang kepunahan dan tak ada salahnya kita mengingat kembali dan menelusuri jejak kartu ini, untuk hal yang positif tentunya, karena kartu ini juga adalah bentuk warisan budaya Jawa yang pada waktu itu telah beralkulturasi dengan China dan Belanda.  
Download Game Kartu KOA atau Game Ceki Card
game koa merupakan produksi lokal.,yakni oleh mahasiswa kreatif politeknik bandung..
salut deh buat mereka...

1 komentar:

  1. Rata rata d warung d sumatera barat pada main ini bro

    BalasHapus

SEMANGAT PAGI....SUKSES Untuk SEMUA
JIKA ANDA PIKIR BISA PASTI BISA..!
Maaf apabila dalam pengambilan GAMBAR dirasa VULGAR
(Gambaran ini Hanyalah FAKTA sesuai dengan ASLINYA)
dan TIDAK Mutlak untuk diperdebatkan......................!!!

KALAU MAU DONATUR ( SEDEKAH )

Sedekah (Bisa Menunda Kematian)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  • KLCK aja ICON dibawah untuk Baca berita